Assalamualaikum..
Al Ma’tsurat adalah kitab kecil berupa kumpulan doa yang disusun oleh Al Imam Hasan Al Banna Rahimahullahyang berisi doa-doa yang berasal dari Al Quran dan As Sunnah. Boleh dikatakan, dalam era penerbitan modern, dibanding kitab sejenisnya, Al Ma’tsurat adalah
kitab yang paling luas penyebarannya di dunia Islam dan paling
banyak jumlah eksemplarnya dengan naik cetak berkali-kali.
Jauh sebelum Al Ma’tsurat, sudah ada kitab-kitab sejenis yang di susun para ulama; seperti Al Adzkar karya Imam An Nawawi dan Kalimatuth Thayyibah karya Imam Ibnu Taimiyah. Kedua kitab inilah yang menjadi rujukan utama Al Ustadz Hasan Al Banna dalam menyusun Al Ma’tsurat sebagaimana dikatakan oleh Al ‘Allamah Asy Syaikh Yusuf Al Qaradhawi Hafizhahullah Ta’ala.
Dalam Al Ma’tsurat ini, sebenarnya Al Ustadz Hasan Al Banna Rahimahullah memuat sangat banyak dan lengkap, tidak seperti yang beredar di masyarakat yang lebih dikenal dengan wazhifah sughra dan wazhifah kubra. Di dalamnya beliau membuat lima pembahasan:
Qismul Awwal (bagian pertama), Al Ustadz Al Banna memberi judul Al Wazhiifah,
yaitu berisi wirid pagi dan sore yang berasal dari Al Quran dan As
Sunnah. Inilah yang umumnya beredar dan manusia mengenal dan
menyebutnya dengan Al Ma’tsurat. Dan, ini pula yang menjadi pembahasan kami dalam buku ini.
Qismuts Tsaani (bagian kedua), berjudul Al Wirdul Qur’aniy (wirid Al Quran), yaitu berisi wirid-wirid berasal dari ayat-ayat pilihan dari Al Quran.
Qismuts Tsaalits (bagian ketiga), berjudul Ad’iyah Al Yaum wal Lailah (doa-doa sehari-hari siang dan malam), seperti doa bangun tidur, doa berpakaian, dan lainnya.
Qismur Raabi’, (bagian keempat) berjudul Al Ad’iyah Al Ma’tsurah fi Haalat Mukhtalifah (doa-doa ma’tsur pada berbagai keadaan).
Bagian kelima, adalah Wirdul Ikhwan (wirid Al Ikhwan), yaitu wirid-wirid ma’tsur yang dianjurkan untuk dibaca oleh para aktifis Al Ikhwan Al Muslimun.
Di dalamnya terdapat doa rabithah, dia bukan doa ma’tsur melainkan
disusun oleh Al Ustadz Hasan Al Banna sendiri, maka jangan sampai ada
yang terkecoh.
Ada pun susunan yang beliau buat, tidak berarti itu suatu yang baku,
dan beliau pun tidak pernah mengatakan demikian. Siapa saja boleh
membacanya dengan urutan yang tidak sama dengan Al Ma’tsurat.
Hal ini perlu kami tekankan, agar tidak ada lagi tuduhan terhadap Al
Ustadz Al Banna bahwa beliau sengaja membuat urutan wirid tersendiri,
yang dengan itu jatuhlah vonis bid’ah terhadapnya.
Sedangkan, tentang derajat hadits yang menganjurkan wirid Al Quran dan juga beberapa dzikir dari hadits pada Al Ma’tsurat, memang ada yang dhaif, munkar, bahkan maudhu’ (palsu).
Walau ada juga yang kedhaifannya masih diperselisihkan para pakar
hadits. Namun, jumlahnya tidak banyak dan ulama sebelum Al Ustadz Hasan
Al Banna pun ada yang melakukannya, dan kita menilainya sebagai
kekhilafan yang manusiawi. Sungguh berlebihan jika ada yang menganggap
bahwa adanya hadits-hadits dhaif tersebut adalah kesengajaan yang dibuat
oleh penulisnya dengan niat buruk terhadap kemurnian agama. Haihaata haata …. (sungguh jauh sekali hal tersebut).
Ditambah lagi, sebagian besar ulama membolehkan menggunakan hadits dhaif untuk urusan fadha’ilul a’mal, dan urusan stimulus untuk membaca ini dan itu dari kalimat doa dan dzikir merupakan bagian dari fadha’ilul a’mal.
Bahkan Imam An Nawawi mengklaim telah disepakati kebolehannya, dan
kebolehan itu mesti dengan syarat-syarat. Ada pun yang benar adalah hal
ini diperselisihkan, bukan kesepakatan.. Walau demikian, menggunakan riwayat yang shahih adalah lebih utama dan lebih selamat untuk diamalkan.
Oleh : Ust. Farid Nu’man Hasan
(Dikutip dari artikel tentang Al-Matsurat di faridnuman.blogspot.com)
Thursday, July 4, 2013
Saturday, June 29, 2013
Warnamu Karaktermu
Merah
Penggemar warna merah itu adalah tipe manusia yang penuh dengan gairah dan berpikir cepat. Kepribadian si merah sering menjadi ilham untuk orang lain disekitarnya. Kelemahannya adalah, merah cenderung merasa serba tahu dan tak punya pendirian, juga takut terlihat bodoh.
Jingga
Kepribadian jingga mencintai aktivitas luar ruangan. Mereka tak suka hidup terkungkung, mereka pandai bicara dan punya banyak teman. Mereka suka mendukung orang – orang yang lemah dan tertindas.
Kuning
Tipe ini cenderung terpelajar dan kreatif. Metodik dan dapat menjadi pemimpin hebat juga istimewa, mereka yang suka dengan warna kuning juga pintar menyembunyikan perasaan mereka.
Merah muda
Yang satu ini cenderung cerdas, bijaksana dan optimistik. Mereka suka membuat orang tertawa dan sering tampak lebih muda dari usia yang sebenarnya, tapi juga dapat bersifat bimbang dan tidak tegas.
Hijau
Hijau senang sekali membantu orang lain. Teman – teman mereka mengganggap si hijau bisa dipercaya. Kelemahannya adalah seringkali mementingkan orang lain daripada diri sendiri, maka si hijau harus belajar menilai sesuatu dan jangan terus – terus mengesampingkan diri sendiri karena bisa berakibat fatal.
Biru
Sensitif, emosional dan picik. Mereka bisa menaksir dengan mudah perasaan – perasaan orang lain tapi cenderung tidak percaya pada orang lain. Orang – orang biru ini menyukai keteraturan, setia dan simpati.
Ungu
Penggemar ungu adalah orang – orang spiritual. Senang belajar dan membaca tentang kehidupan orang lain, tapi bisa menjadi terlalu kritis dan fanatik dengan kepercayaan dan keyakinan mereka
Penggemar warna merah itu adalah tipe manusia yang penuh dengan gairah dan berpikir cepat. Kepribadian si merah sering menjadi ilham untuk orang lain disekitarnya. Kelemahannya adalah, merah cenderung merasa serba tahu dan tak punya pendirian, juga takut terlihat bodoh.
Jingga
Kepribadian jingga mencintai aktivitas luar ruangan. Mereka tak suka hidup terkungkung, mereka pandai bicara dan punya banyak teman. Mereka suka mendukung orang – orang yang lemah dan tertindas.
Kuning
Tipe ini cenderung terpelajar dan kreatif. Metodik dan dapat menjadi pemimpin hebat juga istimewa, mereka yang suka dengan warna kuning juga pintar menyembunyikan perasaan mereka.
Merah muda
Yang satu ini cenderung cerdas, bijaksana dan optimistik. Mereka suka membuat orang tertawa dan sering tampak lebih muda dari usia yang sebenarnya, tapi juga dapat bersifat bimbang dan tidak tegas.
Hijau
Hijau senang sekali membantu orang lain. Teman – teman mereka mengganggap si hijau bisa dipercaya. Kelemahannya adalah seringkali mementingkan orang lain daripada diri sendiri, maka si hijau harus belajar menilai sesuatu dan jangan terus – terus mengesampingkan diri sendiri karena bisa berakibat fatal.
Biru
Sensitif, emosional dan picik. Mereka bisa menaksir dengan mudah perasaan – perasaan orang lain tapi cenderung tidak percaya pada orang lain. Orang – orang biru ini menyukai keteraturan, setia dan simpati.
Ungu
Penggemar ungu adalah orang – orang spiritual. Senang belajar dan membaca tentang kehidupan orang lain, tapi bisa menjadi terlalu kritis dan fanatik dengan kepercayaan dan keyakinan mereka
Sunday, June 16, 2013
Sistem Respirasi Manusia
Sistem Respirasi Manusia
Istilah bernapas, seringkali diartikan dengan respirasi, walaupun secara harfiah sebenarnya kedua istilah tersebut berbeda. Pernapasan (breathing) artinya menghirup dan menghembuskan napas. Oleh karena itu, bernapas diartikan sebagai proses memasukkan udara dari lingkungan luar ke dalam tubuh dan mengeluarkan udara sisa dari dalam tubuh ke lingkungan. Sementara, respirasi (respiration) berarti suatu proses pembakaran (oksidasi) senyawa organik (bahan makanan) di dalam sel sehingga diperoleh energi.Energi yang dihasilkan dari respirasi sangat menunjang sekali untuk melakukan beberapa aktifitas. Misalnya saja, mengatur suhu tubuh, pergerakan, pertumbuhan dan reproduksi. Oleh karena itu, kegiatan pernapasan dan respirasi sebenarnya saling berhubungan.
1. Struktur Pernafasan Manusia
a. Hidung
Hidung merupakan alat pernapasan yang terletak di luar dan tersusun atas tulang rawan. Pada bagian ujung dan pangkal hidung ditunjang oleh tulang nasalis. Rongga hidung dibagi menjadi dua bagian oleh septum nasalis, yaitu bagian kiri dan kanan. Bagian depan septum
ditunjang oleh tulang rawan, sedangkan bagian belakang ditunjang oleh tulang vomer dan tonjolan tulang ethmoid.
Bagian bawah rongga hidung dibatasi oleh tulang palatum, dan maksila. Bagian atas dibatasi oleh
ethmoid, bagian samping oleh tulang maksila, konka nasalis inferior, dan ethomoid sedangkan bagian tengah dibatasi oleh septum nasalis.
Pada dinding lateral terdapat tiga tonjolan yang disebut konka nasalis superior, konka media dan konka inferior. Melalui celah-celah pada ketiga tonjolan ini udara inspirasi akan dipanaskan oleh darah di dalam kapiler dan dilembapkan oleh lendir yang disekresikan oleh sel goblet. Lendir juga dapat membersihkan udara pernapasan dari debu. Bagian atas dari rongga hidung terdapat daerah olfaktorius, yang mengandung sel-sel pembau. Sel-sel ini berhubungan dengan saraf otak pertama (nervus olfaktorius). Panjangnya sekitar 10 cm. Udara yang akan masuk ke dalam paru-paru pertama kali akan masuk melalui hidung terlebih dahulu. Sekitar 15.000 liter udara setiap hari akan melewati hidung.
b. Faring
udara dan makanan. Faring merupakan percabangan 2 saluran, yaitu saluran pernapasan (nasofaring) pada bagian depan dan saluran pencernaan (orofaring) pada bagian belakang. Udara dari rongga hidung masuk ke faring. Faring berbentuk seperti tabung corong, terletak di belakang rongga hidung dan mulut, dan tersusun dari otot rangka. Faring berfungsi sebagai jalannya udara dan makanan. Faring merupakan percabangan 2 saluran, yaitu saluran pernapasan (nasofaring) pada bagian depan dan saluran pencernaan (orofaring) pada bagian belakang.
c. Laring
Dari faring, udara pernapasan akan menuju pangkal tenggorokan atau disebut juga laring. Laring tersusun atas kepingan tulang rawan yang membentuk jakun. Jakun tersebut tersusun oleh tulang lidah, katup tulang rawan, perisai tulang rawan, piala tulang rawan, dan gelang tulang rawan.
Pangkal tenggorokan dapat ditutup oleh katup pangkal tenggorokan (epiglotis). Jika udara menuju tenggorokan, anak tekak melipat ke bawah, dan ketemu dengan katup pangkal tenggorokan sehingga membuka jalan udara ke tenggorokan. Saat menelan makanan, katup tersebut menutupi pangkal tenggorokan dan saat bernapas katup tersebut akan membuka.
Pada pangkal tenggorokan terdapat pita suara yang bergetar bila ada udara melaluinya. Misalnya saja saat kita berbicara.
d. Trakea
Tenggorokan berupa pipa yang panjangnya ± 10 cm, terletak sebagian di leher dan sebagian di rongga dada. Dinding tenggorokan tipis dan kaku, dikelilingi oleh cincin tulang rawan, dan pada bagian dalam rongga bersilia. Silia-silia ini berfungsi menyaring benda-benda asing yang masuk ke saluran pernapasan.
Bronkus tersusun atas percabangan, yaitu bronkus kanan dan kiri. Letak bronkus kanan dan kiri agak berbeda. Bronkus kanan lebih vertikal daripada kiri. Karena strukturnya ini, sehingga bronkus kanan akan mudah kemasukan benda asing. Itulah sebabnya paru-paru kanan
seseorang lebih mudah terserang penyakit bronkhitis.
Pada seseorang yang menderita asma bagian otot-otot bronkus ini berkontraksi sehingga akan menyempit. Hal ini dilakukan untuk mencegah masuknya lebih banyak benda asing yang menimbulkan reaksi alergi. Akibatnya penderita akan mengalami sesak napas. Sedangkan pada penderita bronkitis, bagian bronkus ini akan tersumbat oleh lendir. Bronkus kemudian bercabang lagi sebanyak 20–25 kali percabangan membentuk bronkiolus. Pada ujung bronkiolus inilah tersusun alveolus yang berbentuk seperti buah anggur.
f. Paru-paru
Organ yang berperan penting dalam proses pernapasan adalah paru-paru. Paru-paru merupakan organ tubuh yang terletak pada rongga dada, tepatnya di atas sekat diafragma. Diafragma adalah sekat rongga badan yang membatasi rongga dada dan rongga perut. Paru-paru terdiri atas dua bagian, paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Paru-paru kanan memiliki tiga gelambir yang berukuran lebih besar daripada paru-paru sebelah kiri yang memiliki dua gelambir.
Paru-paru dibungkus oleh dua lapis selaput paru-paru yang disebut pleura. Semakin ke dalam, di dalam paru-paru akan ditemui gelembung halus kecil yang disebut alveolus. Jumlah alveolus pada paru-paru kurang lebih 300 juta buah. Adanya alveolus ini menjadikan permukaan paru-paru lebih luas. Diperkirakan, luas permukaan paruparu sekitar 160 m2. Dengan kata lain, paru-paru memiliki luas permukaan sekitar 100 kali lebih luas daripada luas permukaan tubuh.
Dinding alveolus mengandung kapiler darah. Oksigen yang terdapat pada alveolus berdifusi menembus dinding alveolus, lalu menem bus dinding kapiler darah yang mengelilingi alveolus. Setelah itu, masuk ke dalam pembuluh darah dan diikat oleh hemoglobin yang terdapat di dalam sel darah merah sehingga terbentuk oksihemoglobin (HbO2). Akhirnya, oksigen diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh. Setelah sampai ke dalam sel-sel tubuh, oksigen dilepaskan sehingga oksihemoglobin kembali menjadi hemoglobin. Oksigen ini digunakan untuk oksidasi.
Karbon dioksida yang dihasilkan dari respirasi sel diangkut oleh plasma darah melalui pembuluh darah menuju ke paru-paru. Sesampai di alveolus, CO2 menembus dinding pembuluh darah dan din ding
alveolus. Dari alveolus, karbondioksida akan disalurkan menuju hidung untuk dikeluarkan. Jadi proses pertukaran gas sebenarnya berlangsung di alveolus.
Pernapasan adalah suatu proses yang terjadi secara otomatis walau dalam keadaan tertidur sekalipun, karena sistem pernapasan dipengaruhi oleh susunan saraf otonom. Menurut tempat terjadinya pertukaran gas maka pernapasan dapat dibedakan atas 2 jenis, yaitu pernapasan luar dan pernapasan dalam.
Pernapasan luar adalah pertukaran udara yang terjadi antara udara dalam alveolus dengan
darah dalam kapiler. Pernapasan dalam adalah pernapasan yang terjadi antara darah dalam kapiler dengan sel-sel tubuh. Masuk keluarnya udara dalam paru-paru dipengaruhi oleh perbedaan tekanan udara dalam rongga dada dengan tekanan udara di luar tubuh. Jika tekanan di luar rongga dada lebih besar, maka udara akan masuk. Sebaliknya, apabila tekanan dalam rongga dada lebih besar maka udara akan keluar.
Sehubungan dengan organ yang terlibat dalam pemasukkan udara ( inspirasi) dan pengeluaran udara ( ekspirasi) maka mekanisme pernapasan dibedakan atas dua macam, yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut. Pernapasan dada dan perut terjadi secara bersamaan.
1. Pernafasan Dada
Apabila kita menghirup dan menghempaskan udara menggunakan pernapasan dada, otot yang digunakan yaitu otot antartulang rusuk. Otot ini terbagi dalam dua bentuk, yakni otot antartulang rusuk luar dan otot antartulang rusuk dalam.
Saat terjadi inspirasi, otot antartulang rusuk luar berkontraksi, sehingga tulang rusuk menjadi terangkat. Akibatnya, volume rongga dada membesar. Membesarnya volume rongga dada menjadikan tekanan udara dalam rongga dada menjadi kecil/berkurang, padahal tekanan udara bebas tetap. Dengan demikian, udara bebas akan mengalir menuju paru-paru melewati saluran pernapasan.
Sementara saat terjadi ekspirasi, otot antartulang rusuk dalam berkontraksi (mengkerut/mengendur), sehingga tulang rusuk dan tulang dada ke posisi semula. Akibatnya, rongga dada mengecil. Oleh karena rongga dada mengecil, tekanan dalam rongga dada menjadi
meningkat, sedangkan tekanan udara di luar tetap. Dengan demikian, udara yang berada dalam rongga paru-paru menjadi terdorong keluar.
2. Pernafasan Perut
Pada proses pernapasan ini, fase inspirasi terjadi apabila otot diafragma (sekat rongga dada) mendatar dan volume rongga dada membesar, sehingga tekanan udara di dalam rongga dada lebih kecil daripada udara di luar, akibatnya udara masuk. Adapun fase ekspirasi terjadi apabila otot-otot diafragma mengkerut (berkontraksi) dan volume rongga dada mengecil, sehingga tekanan udara di dalam rongga dada lebih besar daripada udara di luar. Akibatnya udara dari dalam terdorong ke luar.
Udara lingkungan dapat dihirup masuk ke dalam tubuh makhluk hidup melalui dua cara, yakni pernapasan secara langsung dan pernapasan tak langsung. Pengambilan udara secara langsung dapat dilakukan oleh permukaan tubuh lewat proses difusi. Sementara udara yang dimasukan ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan dinamakan pernapasan tidak langsung.
Saat kita bernapas, udara diambil dan dikeluarkan melalui paruparu. Dengan lain kata, kita melakukan pernapasan secara tidak langsung lewat paru-paru. Walaupun begitu, proses difusi pada pernapasan langsung tetap terjadi pada paru-paru. Bagian paru-paru yang meng alami
proses difusi dengan udara yaitu gelembung halus kecil atau alveolus.
Oleh karena itu, berdasarkan proses terjadinya pernapasan, manusia mempunyai dua tahap mekanisme pertukaran gas. Pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida yang dimaksud yakni mekanisme pernapasan eksternal dan internal.
a. Pernafasan Eksternal
Ketika kita menghirup udara dari lingkungan luar, udara tersebut akan masuk ke dalam paru-paru. Udara masuk yang mengandung oksigen tersebut akan diikat darah lewat difusi. Pada saat yang sama, darah yang mengandung karbondioksida akan dilepaskan. Proses pertukaran oksigen (O2) dan karbondioksida (CO2) antara udara dan darah dalam paru-paru dinamakan pernapasan eksternal.
Saat sel darah merah (eritrosit) masuk ke dalam kapiler paru-paru, sebagian besar CO2 yang diangkut berbentuk ion bikarbonat (HCO- 3) . Dengan bantuan enzim karbonat anhidrase, karbondioksida (CO2) air (H2O) yang tinggal sedikit dalam darah akan segera berdifusi keluar. Persamaan reaksinya adalah sebagai berikut.
Tekanan parsial oksigen yang kita hirup akan lebih besar dibandingkan tekanan parsial oksigen pada alveolus paru-paru. Dengan kata lain, konsentrasi oksigen pada udara lebih tinggi daripada konsentrasi oksigen pada darah. Oleh karena itu, oksigen dari udara akan berdifusi menuju darah pada alveolus paru-paru.
Sementara itu, tekanan parsial karbondioksida dalam darah lebih besar dibandingkan tekanan parsial karbondioksida pada udara. Sehingga, konsentrasi karbondioksida pada darah akan lebih kecil di bandingkan konsentrasi karbondioksida pada udara. Akibatnya, karbondioksida pada darah berdifusi menuju udara dan akan dibawa keluar tubuh lewat hidung.
b. Pernafasan Internal
Berbeda dengan pernapasan eksternal, proses terjadinya pertukaran gas pada pernapasan internal berlangsung di dalam jaringan tubuh. Proses pertukaran oksigen dalam darah dan karbondioksida tersebut berlangsung dalam respirasi seluler.
Setelah oksihemoglobin (HbO2) dalam paru-paru terbentuk, oksigen akan lepas, dan selanjutnya menuju cairan jaringan tubuh. Oksigen tersebut akan digunakan dalam proses metabolisme sel. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut.
Sementara itu, tekanan karbondioksida pada darah lebih rendah daripada cairan jaringan. Akibatnya, karbondioksida yang terkandung dalam sel-sel tubuh berdifusi ke dalam darah. Karbondioksida yang diangkut oleh darah, sebagian kecilnya akan berikatan bersama hemoglobin membentuk karboksi hemoglobin (HbCO2). Reaksinya sebagai berikut.
Sunday, June 9, 2013
Format data angka
Data yang dimasukkan dalam spreadsheet dapat berupa tulisan tentang
suatu masalah, atau kejadian lengkap yang disajikan dalam bentuk laporan
dengan berbagai jenis format data. Data tersebut dikelompokkan menjadi
sebuah informasi yang lebih bermakna, sehingga nantinya dapat digunakan
untuk mengambil keputusan yang tepat.
Format Data Angka (Numbers)
Data angka (numbers) ditampilkan dalam bentuk susunan karakter yang berbentuk angka dan biasanya dapat dipergunakan dalam operasi perhitungan. Misalnya terdapat angka "2009", maka angka tersebut dapat ditampilkan dengan format yang berbeda-beda. Bisa jadi akan berubah menjadi Rp 2009.00, $2009, 2009.00, dan berbagai format angka lainnya. Semua angka tersebut bernilai sama, akan tetapi dalam penggunaanya berbeda-beda. Ada yang digunakan untuk menyatakan satuan, jumlah, uang, dan lain-lain.
Untuk mengedit dan memilih format data dari suatu sel yang berisi data angka dapat digunakan perintah dari menu: Format -> Cells kemudian pilih Tab Numbers. Selanjutnya akan terlihat beberapa kategori format beserta pilihan bahasa yang digunakan.
a. Format User-Defined: Format User-defined ini biasa disebut dengan format data General, yaitu sebuah format yang apa adanya tanpa ada perubahan pada sel sejak penulisan. Contohnya: 2009.
b. Format Number: Format data angka hampir mirip dengan format desimal. Ketika kita memasukkan data berupa angka ke sel, maka itulah yang tertulis. Sistem bisa mengenali bahwa itu adalah angka. Format data angka dapat ditulis dengan tambahan desimal, bisa berupa angka negatif, atau bisa juga ditulis tanpa tanda pemisah ribuan dengan ratusan. Contohnya: -2008, 2009.99.
c. Format Percent: Format data Percent digunakan untuk menampilkan angka persen dari suatu nilai di mana angka dalam sel tersebut dikalikan dengan 100 dan ditandai dengan simbol (%). Dalam penulisan persen, kita dapat menyertakan tanda desimal. Contohnya: angka 0,90 akan menjadi 90 %.
d. Format Currency: Format data Currency digunakan untuk menyatakan bahwa angka tersebut berformat sebagai mata uang. Secara default nilai currency dalam suatu sel adalah dollar ($), tetapi dapat diubah menjadi mata uang negara lain dengan cara memilih jenis mata uang pada bagian format Symbol. Contohnya: $2009, Rp 2.500,00.
e. Format Date: Seperti yang telah dijelaskan, bahwa format data date digunakan untuk menyatakan tanggal dengan bentuk penulisan ”mm/dd/yy” atau Bulan/Tanggal/Tahun. Namun format tersebut dapat diganti ke format yang lainnya sesuai dengan kebutuhan. Contohnya: 02-April-2009, May 31. 2009.
f. Format Time: Format data Time digunakan untuk menyatakan format waktu (jam) dengan bentuk penulisan ”hh:mm:ss” atau Jam:Menit:Detik. Format waktu ini juga dapat diubah sesuai dengan kebutuhan. Contohnya: 02:10 AM, 05:15:10 AM, 20:30 PM.
g. Format Scientific: Format data Scientific digunakan untuk menyingkat angka yang terlalu besar atau terlalu kecil dengan notasi ilmiah. Contohnya: 125.000.000 menjadi 1.25E + 08, artinya: 1.25 x 108.
h. Format Fraction: Format data Fraction digunakan untuk meletakkan angka pada posisi tertentu, misal digit ke 1, digit ke 2, digit ke 3 dan seterusnya. Bisa juga digunakan untuk membagi angka pada suatu sel dengan pembagi tertentu seperti per-dua, per-tiga, per-empat, per-lima, dan seterusnya. Hasilnya, angka pada posisi tertentu atau angka dalam bentuk tampilan diikuti dengan pembaginya. Contohnya: 1, 2, 3, ½, ¼, dan seterusnya.
i. Format Bolean Value: Format data Bolean Value digunakan untuk menampilkan informasi Benar atau Salah (True and False) dari suatu sel.
j. Format Text: Di dalam tipe data angka juga terdapat format text, yaitu format yang digunakan untuk mengubah angka menjadi teks biasa. Meskipun tampilannya angka, tatapi tidak dapat digunakan dalam proses perhitungan karena data sudah berubah menjadi teks. Contohnya: 5, 10, dan seterusnya. Dalam hal ini jika 5 dikalikan 10 tidak menghasilkan angka 50 melainkan menghasilkan teks yaitu 5*10.
Format Data Angka (Numbers)
Data angka (numbers) ditampilkan dalam bentuk susunan karakter yang berbentuk angka dan biasanya dapat dipergunakan dalam operasi perhitungan. Misalnya terdapat angka "2009", maka angka tersebut dapat ditampilkan dengan format yang berbeda-beda. Bisa jadi akan berubah menjadi Rp 2009.00, $2009, 2009.00, dan berbagai format angka lainnya. Semua angka tersebut bernilai sama, akan tetapi dalam penggunaanya berbeda-beda. Ada yang digunakan untuk menyatakan satuan, jumlah, uang, dan lain-lain.
Untuk mengedit dan memilih format data dari suatu sel yang berisi data angka dapat digunakan perintah dari menu: Format -> Cells kemudian pilih Tab Numbers. Selanjutnya akan terlihat beberapa kategori format beserta pilihan bahasa yang digunakan.
a. Format User-Defined: Format User-defined ini biasa disebut dengan format data General, yaitu sebuah format yang apa adanya tanpa ada perubahan pada sel sejak penulisan. Contohnya: 2009.
b. Format Number: Format data angka hampir mirip dengan format desimal. Ketika kita memasukkan data berupa angka ke sel, maka itulah yang tertulis. Sistem bisa mengenali bahwa itu adalah angka. Format data angka dapat ditulis dengan tambahan desimal, bisa berupa angka negatif, atau bisa juga ditulis tanpa tanda pemisah ribuan dengan ratusan. Contohnya: -2008, 2009.99.
c. Format Percent: Format data Percent digunakan untuk menampilkan angka persen dari suatu nilai di mana angka dalam sel tersebut dikalikan dengan 100 dan ditandai dengan simbol (%). Dalam penulisan persen, kita dapat menyertakan tanda desimal. Contohnya: angka 0,90 akan menjadi 90 %.
d. Format Currency: Format data Currency digunakan untuk menyatakan bahwa angka tersebut berformat sebagai mata uang. Secara default nilai currency dalam suatu sel adalah dollar ($), tetapi dapat diubah menjadi mata uang negara lain dengan cara memilih jenis mata uang pada bagian format Symbol. Contohnya: $2009, Rp 2.500,00.
e. Format Date: Seperti yang telah dijelaskan, bahwa format data date digunakan untuk menyatakan tanggal dengan bentuk penulisan ”mm/dd/yy” atau Bulan/Tanggal/Tahun. Namun format tersebut dapat diganti ke format yang lainnya sesuai dengan kebutuhan. Contohnya: 02-April-2009, May 31. 2009.
f. Format Time: Format data Time digunakan untuk menyatakan format waktu (jam) dengan bentuk penulisan ”hh:mm:ss” atau Jam:Menit:Detik. Format waktu ini juga dapat diubah sesuai dengan kebutuhan. Contohnya: 02:10 AM, 05:15:10 AM, 20:30 PM.
g. Format Scientific: Format data Scientific digunakan untuk menyingkat angka yang terlalu besar atau terlalu kecil dengan notasi ilmiah. Contohnya: 125.000.000 menjadi 1.25E + 08, artinya: 1.25 x 108.
h. Format Fraction: Format data Fraction digunakan untuk meletakkan angka pada posisi tertentu, misal digit ke 1, digit ke 2, digit ke 3 dan seterusnya. Bisa juga digunakan untuk membagi angka pada suatu sel dengan pembagi tertentu seperti per-dua, per-tiga, per-empat, per-lima, dan seterusnya. Hasilnya, angka pada posisi tertentu atau angka dalam bentuk tampilan diikuti dengan pembaginya. Contohnya: 1, 2, 3, ½, ¼, dan seterusnya.
i. Format Bolean Value: Format data Bolean Value digunakan untuk menampilkan informasi Benar atau Salah (True and False) dari suatu sel.
j. Format Text: Di dalam tipe data angka juga terdapat format text, yaitu format yang digunakan untuk mengubah angka menjadi teks biasa. Meskipun tampilannya angka, tatapi tidak dapat digunakan dalam proses perhitungan karena data sudah berubah menjadi teks. Contohnya: 5, 10, dan seterusnya. Dalam hal ini jika 5 dikalikan 10 tidak menghasilkan angka 50 melainkan menghasilkan teks yaitu 5*10.
Monday, April 29, 2013
Move On
Hidup itu untuk KEBAHAGIAN BUKAN KESEDIHAN
Move On Itu
Sebuah
kata yang sering orang dengar dan mencoba untuk dilakukan namun sulit
untuk dilakukan .. bukan situasi yang membuat sulit namun keadaan
hatilah yang sering membuat sulit.. jika kita niat pasti akan bisa :)
Tentang Diriku
saya paling tidak suka melihat air mata.. karena itu saya paling senang membuat orang bahagia bagaimanapun caranya.. meskipun sering dilupakan namun kebaikan saya tidak akan berkurang untuk orang itu..Tentang Kamu
Entah kenapa sampai sekarang kamu masih ada disini, sebenernya sih bukan kamu tapi cuma bayangan kamu aja..
Seberat apapun sebuah masalah pasti
akan ada sebuah jalan untuk penyelesaian.. Karena Allah tidak akan
memberikan masalah/cobaan diluar batas kemampuan umatnya
Friday, April 19, 2013
SEJARAH XI IPA
BAB I
PERKEMBANGAN MASYARAKAT INDONESIA SEJAK PROKLAMASI HINGGA DEMOKRASI TERPIMPIN
A. UPAYA PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA
1. BPUPKI
Pada tanggal 1 Maret 1945 pemerintah pendudukan Jepang di bawah pimpinan Letjen Kumakici Harada mengumumkan pembentukan Dokuritsu Junbi Cosakai ( BPUPKI ) untuk menghadapi situasi kritis. Susunan anggota pengurusnya adalah 1 orang ketua 2 orang ketua muda dan 60 orang anggota. BPUPKI mulai bersidang pada tanggal 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945 untuk merumuskan dasar Negara dan UUD.Akhirnya pada tanggal 22 Juni 1945 lahirlah Piagam Jakarta.
Pada tanggal 14 Juli 1945 BPUPKI
melaksanakan sidang yang kedua untuk menerima laporan dari ketua panitia
( Soekarno ) yang terdiri dari 3 keputusan yaitu :
a. Pernyataan Indonesia merdeka
b. Pembukaan UUDc. Batang Tubuh UUD
2. PPKI
Setelah BPUPKI selesai melaksanakan tugasnya, maka Jepang segera membubarkannya dan membentuk PPKI ( Dokuritsu Junbi Iinkai ) pada tanggal 7 Agustus 1945 yang berjumlah 21 orang dan tanpa sepengetahuan Jepang ditambah 6 orang anggota sehingga PPKI sudah diambil alih sebagai alat perjuangan rakyat Indonesia dan bukan semata-mata badan yang dikehendaki Jepang.
Pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945 kota
Hirosima dan Nagasaki dibom atom oleh sekutu, sehingga Jepang bertekuk
lutut pada sekutu. Sementara Soekarno, Muhammad Hatta dan Radjiman
dipanggil oleh Jenderal Terauchi di Dalath-Vietnam untuk menerima
kemerdekaan dari pemerintah Jepang.
Berita penyerahan Jepang terhadap
Sekutu tidak bisa ditutup-tutupi lagi, oleh karena itu golongan pemuda
mendesak Bung Karno dan Bung Hatta untuk segera memproklamasikan
kemerdekaan namun para golongan tua berpendapat harus dimusyawarahkan
dulu dengan PPKI karena merupakan alat perjuangan. Akhirnya tanggal 16
Agustus pagi Bung Karno dan Bung Hatta diculik oleh golongan pemuda dan
dibawa ke Rengas Dengklok ( selatan Karawang ).
Jam 12 malam akhirnya mereka ke rumah Laksamana Muda Tadashi Maeda
untuk merumuskan naskah proklamasi. Rumusan naskah Proklamasi yang asli
adalah tulisan tangan Bung Karno dan diketik oleh Sayuti Melik dengan
beberapa perubahan, seperti kata tempoh diganti tempo, masalah tanggal
dan yang menandatangani naskah proklamasi.
C. MAKNA PROKLAMASI BAGI BANGSA INDONESIA
Pada tanggal 17 Agustus 1945 jam 10.00
hari Jum’at dibacakan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia yang
sebelumnya dilakukan pengibaran bendera Merah Putih dan sambutan
Walikota Soewiryo dan dr Muwardi. Peristiwa besar itu hanya berlangsung
selama kurang lebih satu jam dengan penuh khidmat, sekalipun sangat
sederhana namun membawa perubahan yang luar biasa dalam kehidupan bangsa
Indonesia yaitu Indonesia bebas dari belenggu penjajah
D. PERKEMBANGAN POLITIK DI INDONESIA SEJAK PROKLAMASI HINGGA DEMOKRASI TERPIMPIN
1. PEMBENTUKAN BADAN KELENGKAPAN NEGARA
Pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI melakukan rapat yang membahas :
1. Penetapan dan pengesahan Pembukaan UUD 1945
2. Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden
3. Pembentukan Badan Komite Nasional sebagai pembantu presiden
Pada tanggal 19 Agustus 1945 PPKI mengadakan rapat lanjutan yang menghasilkan :
1. Penetapan 12 menteri yang membantu tugas presiden
2. Membagi wilayah Indonesia menjadi 8 Propinsi
Untuk menghadapi kekuatan Jepang dan
Sekutu pemerintah Indonesia membentuk Badan Kemanan Rakyat ( BKR ) pada
tanggal 22 Agustus 1945 yang berada di bawah wewenang KNIP. Oleh karena
datangnya pasukan Sekutu dan NICA yang silih berganti sehingga
pemerintah memutuskan dibentuknya Tentara Keamanan Rakyat ( TKR ) pada
tanggal 5 Oktober 1945.Pada tanggal 1 Januari 1946 diubah menjadi
Tentara Keselamatan Rakyat ( TKR ) lalu tanggal 26 Januari berubah
menjadi Tentara Republik Indonesia ( TRI ). Untuk menyempurnakan TRI
maka pemerintah membentuk Tentara Nasional Indonesia ( TNI ) tanggal 7
Juni 1947.
2. PERKEMBANGAN DEMOKRASI LIBERAL
Pada masa berlakunya Konstitusi RIS ( 1949 ) dan UUDS ( 1950 ) bangsa kita melaksanakan pesta Demokrasi Liberal dengan menggunakan sistem pemerintahan secara parlementer, di mana kepala negara adalah presiden sedangkan kepala pemerintahan dipimpin oleh Perdana Menteri dan bertanggung jawab pada Parlemen ( DPR ). Pada masa itu situasi politik tidak stabil karena sering terjadi nya pergantian kabinet dan sering terjadi pertentangan politik di antara partai-partai yang ada. Adapun kabinet yang pernah memerintah antara lain
a. Kabinet Natsir ( 6 September 1950 – 20 Maret 1951 )
Kabinet ini jatuh karena ada mosi
tidak percaya bahwa M. Natsir tidak mampu menyelesaikan masalah Irian
Barat dan sering terjadi pemberontakan sehingga muncul gerakan DI/TII,
Andi Azis, APRA, RMS dsb.
b. Kabinet Sukiman ( 26 April 1951 – 3 April 1952 )
Masalah yang dihadapinya adanya
pertukaran nota antara Menlu Ahmad Subarjo dengan Dubes AS Merle Cochran
tentang bantuan ekonomi dan militer berdasarkan Mutual Security Act (
MSA ) atau UU kerjasama keamanan.
c. Kabinet Wilopo ( 3 April 1952 – 3 Juni 1953 )
Masalah yang dihadapinya yaitu :
1. Gerakan separatis di Sumatera dan Sulawesi
2. Peristiwa 17 Oktober
3. Peristiwa Tanjung Morawa
d. Kabinet Ali I ( 31 Juli 1953 – 12 Agustus 1955 )
Masalah yang dihadapinya yaitu
pemberontakan DI/TII di Jawa Barat, Aceh dan Sulawesi serta pergantian
KSAD dari Bambang Sugeng pada Bambang Oetoyo
e. Kabinet Burhanudin Harahap ( 12 Agustus 1955 – 3 maret 1956 )
Pada masa ini berhasil melaksanakan
Pemilu I dengan 2 periode , tanggal 29 September 1955 memilih anggota
DPR dan tanggal 15 Desember 1955 memilih anggota Badan Konstituante.
Pemilu I ini dimenangkan oleh 4 partai besar yaitu PNI, Masyumi, NU dan
PKI.
f. Kabinet Ali II ( 24 Maret 1956 – 14 Maret 1957 )
Masalah yang dihadapinya yaitu timbulnya gerakan anti China dan pemberontakan PRRI/PERMESTA.
g. Kabinet Djuanda
Kabinet ini jatuh karena Badan Konstituante tidak bisa membuat UUD yang baru pengganti UUDS sehingga presiden mengeluarkan Dekritnya tanggal 5 Juli 1959 dan mengumumkan berlakunya Demokrasi Terpimpin.
3. MASA DEMOKRASI TERPIMPIN
Karena Badan Konstituante tidak dapat
membuat UUD baru pengganti UUDS maka pada tanggal 5 juli 1959 jam 17.00
hari jum’at Presiden Soekarno mengeluarkan Dekritnya yang berisi :
a. Pembubaran Badan Konstitiante
b. Berlaku kembalinya UUD 1945 dan tidak berlakunya UUDS
c. Pembentukan MPRS dan DPAS dalam waktu singkat
Sejak saat itu Presiden mengumumkan
berlakunya sistem Demokrasi Terpimpin yang di dalamnya banyak terjadi
penyimpangan dan penyelewengan terhadap UUD 1945 antara lain :
a. MPRS mengangkat Soekarno sebagai presiden seumur hidupb. Presiden mengangkat MPRS
c. Pidato presiden yang berjdul ” Penemuan Kembali Revolusi kita ” dijadikan GBHN
d. Lembaga tinggi dan tertinggi negara dijadikan pembantu presiden
e. Presiden membubarkan DPR hasil pemilu dan menggantikannya dengan DPR-GR
Pada masa Demokrasi Terpimpin Presiden
lebih banyak dipengaruhi oleh PKI dan PKI memainkan peranan pentingnya
sehingga mendapatkan perlakuan istimewa dari presiden. Dalam rangka
mewujudkan tujuannya maka PKI melakukan tindakan antara lain :
a. Dalam Negeri
- Berusaha menyusup ke parpol dan ormas yang menjadi lawan politiknya kemudian memecah belah
- Dalam bidang pendidikan mengusahakan agar ajaran Marxis Leninisme menjadi salah satu masta pelajaran wajib
- Dalam bidang militer, mengindoktrinasi perwira ABRI dengan ajaran komunis
- Berusaha mengubah politik luar negeri yang bebas dan aktif menjurus ke negara-negara yang komunis.
Wednesday, April 3, 2013
Keuntungan Jomblo :D
Bebas Bertemu Teman
Kalau banyak dari teman Anda yang mengeluh lantaran jarang bertemu sejak
Anda mempunyai kekasih, kayaknya ada yang salah dengan hubungan Anda
dan si dia. Teman apalagi sahabat adalah orang terdekat yang setiap saat
membantu. Bila Anda tak punya pacar alias lajang, Anda bebas bertemu
dengan teman-teman dekat Anda.
Mudah Menjalin Hubungan Baru
Banyak lajang yang merasa sedih dan putus asa, belum dapat pasangan
sampai saat ini. Ladies, jadi lajang bukan berarti Anda sendirian atau
kesepian. Anda punya banyak waktu untuk bertemu dengan orang baru, dan
menjalin pertemanan dengan siapa pun tanpa dicemburui siapa pun.
Memikirkan Diri Sendiri
Ngaku deh, yang sudah punya pasangan, kepala Anda tentu terbagi untuk
memikirkan kepentingan si dia dan diri sendiri. Bahkan seringkali, Anda
terpaksa mengorbankan waktu pribadi untuk dia. Bandingkan menjadi
lajang, Anda punya banyak waktu memikirkan diri sendiri.
Menjadi Lebih Sehat
Kalau punya pasangan suka begadang, paling tidak Anda mesti menemani si
dia jalan, minimal menerima teleponnya selarut apa pun. Hal itu tidak
akan terjadi kalau Anda lajang, bisa tidur lebih awal. Imbasnya, Anda
lebih sehat.
Jauh Dari Stres
Ada seorang teman yang selalu curhat soal kebiasaan buruk pasangannya
dan sikap keluarganya yang belum bisa menerima dirinya sepenuhnya.
Akibatnya, konsentrasi si wanita terganggu dan mudah stres. Bila Anda
lajang, hal itu tidak terjadi. Dengan catatan, Anda menerima dan enjoy
dengan status lajang Anda, kalau tidak, tetap saja Anda stres, ya kan?
Jauh Dari Sakit Hati
Berapa banyak lelaki bisa setia? Hm, seperti menemukan jarum di tumpukan
jerami. Itu risiko yang harus Anda tanggung kalau punya pasangan.
Sebaliknya, saat Anda melajang, pertarungan terberat yang perlu dihadapi
adalah kesendirian, dan bisa ditanggulangi jika Anda punya banyak
teman.
Jadi Lajang Itu Murah
Tak perlu menyiapkan dana untuk dua orang kalau Anda pergi ke mana-mana.
Memang, kalau pacaran, ada pasangan yang membayari makanan. Tetapi,
berapa banyak, sih? Kadang, Anda pun harus membayar diri sendiri juga,
atau kalau pasangannya matre, Anda yang kena. Jadi lajang, lebih murah,
karena hanya harus bayar untuk 1 orang saja.
Banyak Waktu untuk Keluarga
Biasanya kalau punya pasangan, waktu Anda lebih banyak dihabiskan
bersama si dia. Keluarga sering dijadikan urutan ke sekian. Nah, kalau
lajang, Anda punya banyak waktu untuk keluarga.
Leluasa Mewujudkan Rencana Sendiri
Seorang teman mendapat beasiswa ke luar negeri. Tetapi karena mau
menikah, pendapat calon suaminya mesti ia dengarkan sehubungan dengan
rencananya. Sialnya, calon suaminya tak mau ditinggal setelah menikah.
Maka bimbanglah ia, memilh meneruskan kuliah atau menuruti permintaan
calon suaminya. Kalau Anda jadi lajang, Anda bebas mewujudkan rencana
dan impian Anda.
Bisa Berkencan dengan Siapa Saja
Dengan status lajang, Anda bisa berkencan dengan siapa saja. Mau
menonton dengan si A, makan malam dengan si B, jalan-jalan bersama si C,
tak ada yang melarang. Sambil, tentu saja, kalau masih berniat dapat
pasangan, leluasa memilih mana yang pas jadi pendamping Anda.
Fokus Pada Karier
Mau bekerja akhir pekan, atau lembur, atau ditugaskan ke mana saja, demi
meningkatkan karier, Anda tak perlu minta izin, kecuali kepada
orangtua. Tanpa pasangan, Anda bisa memutuskan sendiri langkah terbaik
untuk meniti karier.
Bebas Melakukan Kesenangan dan Hobi
Bayangkan bila hobi Anda travelling, sementara pasangan Anda tidak suka.
Atau hobi Anda shopping, sementara si dia gemar menabung. Banyak pula
perempuan yang suka hangout, sementara pasangannya sukanya berdiam diri
di rumah. Bila Anda lajang, Anda bebas melakukan hobi Anda.
Bebas Berpakaian ala Anda
Banyak pasangan suka mengatur bahkan mengatur penampilan Anda.
Syukur-syukur kalau pilihannya cocok dengan Anda. Kalau tidak, Anda
tidak menjadi diri sendiri. Tetapi saat Anda melajang, bebas mengenakan
busana apa pun yang Anda sukai. Asal pede, tak ada yang berani
mengkritik atau berusaha mengubah Anda.
Tak Ada Wajib Lapor
Berapa kali Anda harus menelepon si dia mengatakan Anda ada di mana,
sedang apa, dan apa yang akan Anda lakukan? Itu konsekuensi menjadi
pasangan seseorang. Tetapi kalau Anda melajang, Anda bebas melakukan apa
yang Anda suka. Yang perlu Anda lakukan adalah bertanggung jawab pada
diri sendiri.
Subscribe to:
Posts (Atom)
