BAB I
PERKEMBANGAN MASYARAKAT INDONESIA SEJAK PROKLAMASI HINGGA DEMOKRASI TERPIMPIN
A. UPAYA PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA
1. BPUPKI
Pada tanggal 1 Maret 1945 pemerintah
pendudukan Jepang di bawah pimpinan Letjen Kumakici Harada mengumumkan
pembentukan Dokuritsu Junbi Cosakai ( BPUPKI ) untuk menghadapi situasi
kritis. Susunan anggota pengurusnya adalah 1 orang ketua 2 orang ketua
muda dan 60 orang anggota. BPUPKI mulai bersidang pada tanggal 29 Mei
sampai dengan 1 Juni 1945 untuk merumuskan dasar Negara dan UUD.Akhirnya
pada tanggal 22 Juni 1945 lahirlah Piagam Jakarta.
Pada tanggal 14 Juli 1945 BPUPKI
melaksanakan sidang yang kedua untuk menerima laporan dari ketua panitia
( Soekarno ) yang terdiri dari 3 keputusan yaitu :
a. Pernyataan Indonesia merdeka
b. Pembukaan UUD
c. Batang Tubuh UUD
2. PPKI
Setelah BPUPKI selesai melaksanakan
tugasnya, maka Jepang segera membubarkannya dan membentuk PPKI (
Dokuritsu Junbi Iinkai ) pada tanggal 7 Agustus 1945 yang berjumlah 21
orang dan tanpa sepengetahuan Jepang ditambah 6 orang anggota sehingga
PPKI sudah diambil alih sebagai alat perjuangan rakyat Indonesia dan
bukan semata-mata badan yang dikehendaki Jepang.
Pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945 kota
Hirosima dan Nagasaki dibom atom oleh sekutu, sehingga Jepang bertekuk
lutut pada sekutu. Sementara Soekarno, Muhammad Hatta dan Radjiman
dipanggil oleh Jenderal Terauchi di Dalath-Vietnam untuk menerima
kemerdekaan dari pemerintah Jepang.
B. PERISTIWA PENTING SEKITAR PROKLAMASI
Berita penyerahan Jepang terhadap
Sekutu tidak bisa ditutup-tutupi lagi, oleh karena itu golongan pemuda
mendesak Bung Karno dan Bung Hatta untuk segera memproklamasikan
kemerdekaan namun para golongan tua berpendapat harus dimusyawarahkan
dulu dengan PPKI karena merupakan alat perjuangan. Akhirnya tanggal 16
Agustus pagi Bung Karno dan Bung Hatta diculik oleh golongan pemuda dan
dibawa ke Rengas Dengklok ( selatan Karawang ).
Jam 12 malam akhirnya mereka ke rumah Laksamana Muda Tadashi Maeda
untuk merumuskan naskah proklamasi. Rumusan naskah Proklamasi yang asli
adalah tulisan tangan Bung Karno dan diketik oleh Sayuti Melik dengan
beberapa perubahan, seperti kata tempoh diganti tempo, masalah tanggal
dan yang menandatangani naskah proklamasi.
C. MAKNA PROKLAMASI BAGI BANGSA INDONESIA
Pada tanggal 17 Agustus 1945 jam 10.00
hari Jum’at dibacakan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia yang
sebelumnya dilakukan pengibaran bendera Merah Putih dan sambutan
Walikota Soewiryo dan dr Muwardi. Peristiwa besar itu hanya berlangsung
selama kurang lebih satu jam dengan penuh khidmat, sekalipun sangat
sederhana namun membawa perubahan yang luar biasa dalam kehidupan bangsa
Indonesia yaitu Indonesia bebas dari belenggu penjajah
D. PERKEMBANGAN POLITIK DI INDONESIA SEJAK PROKLAMASI HINGGA DEMOKRASI TERPIMPIN
1. PEMBENTUKAN BADAN KELENGKAPAN NEGARA
Pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI melakukan rapat yang membahas :
1. Penetapan dan pengesahan Pembukaan UUD 1945
2. Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden
3. Pembentukan Badan Komite Nasional sebagai pembantu presiden
Pada tanggal 19 Agustus 1945 PPKI mengadakan rapat lanjutan yang menghasilkan :
1. Penetapan 12 menteri yang membantu tugas presiden
2. Membagi wilayah Indonesia menjadi 8 Propinsi
Untuk menghadapi kekuatan Jepang dan
Sekutu pemerintah Indonesia membentuk Badan Kemanan Rakyat ( BKR ) pada
tanggal 22 Agustus 1945 yang berada di bawah wewenang KNIP. Oleh karena
datangnya pasukan Sekutu dan NICA yang silih berganti sehingga
pemerintah memutuskan dibentuknya Tentara Keamanan Rakyat ( TKR ) pada
tanggal 5 Oktober 1945.Pada tanggal 1 Januari 1946 diubah menjadi
Tentara Keselamatan Rakyat ( TKR ) lalu tanggal 26 Januari berubah
menjadi Tentara Republik Indonesia ( TRI ). Untuk menyempurnakan TRI
maka pemerintah membentuk Tentara Nasional Indonesia ( TNI ) tanggal 7
Juni 1947.
2. PERKEMBANGAN DEMOKRASI LIBERAL
Pada masa berlakunya Konstitusi RIS ( 1949 ) dan UUDS ( 1950 ) bangsa
kita melaksanakan pesta Demokrasi Liberal dengan menggunakan sistem
pemerintahan secara parlementer, di mana kepala negara adalah presiden
sedangkan kepala pemerintahan dipimpin oleh Perdana Menteri dan
bertanggung jawab pada Parlemen ( DPR ). Pada masa itu situasi politik
tidak stabil karena sering terjadi nya pergantian kabinet dan sering
terjadi pertentangan politik di antara partai-partai yang ada. Adapun
kabinet yang pernah memerintah antara lain
a. Kabinet Natsir ( 6 September 1950 – 20 Maret 1951 )
Kabinet ini jatuh karena ada mosi
tidak percaya bahwa M. Natsir tidak mampu menyelesaikan masalah Irian
Barat dan sering terjadi pemberontakan sehingga muncul gerakan DI/TII,
Andi Azis, APRA, RMS dsb.
b. Kabinet Sukiman ( 26 April 1951 – 3 April 1952 )
Masalah yang dihadapinya adanya
pertukaran nota antara Menlu Ahmad Subarjo dengan Dubes AS Merle Cochran
tentang bantuan ekonomi dan militer berdasarkan Mutual Security Act (
MSA ) atau UU kerjasama keamanan.
c. Kabinet Wilopo ( 3 April 1952 – 3 Juni 1953 )
Masalah yang dihadapinya yaitu :
1. Gerakan separatis di Sumatera dan Sulawesi
2. Peristiwa 17 Oktober
3. Peristiwa Tanjung Morawa
d. Kabinet Ali I ( 31 Juli 1953 – 12 Agustus 1955 )
Masalah yang dihadapinya yaitu
pemberontakan DI/TII di Jawa Barat, Aceh dan Sulawesi serta pergantian
KSAD dari Bambang Sugeng pada Bambang Oetoyo
e. Kabinet Burhanudin Harahap ( 12 Agustus 1955 – 3 maret 1956 )
Pada masa ini berhasil melaksanakan
Pemilu I dengan 2 periode , tanggal 29 September 1955 memilih anggota
DPR dan tanggal 15 Desember 1955 memilih anggota Badan Konstituante.
Pemilu I ini dimenangkan oleh 4 partai besar yaitu PNI, Masyumi, NU dan
PKI.
f. Kabinet Ali II ( 24 Maret 1956 – 14 Maret 1957 )
Masalah yang dihadapinya yaitu timbulnya gerakan anti China dan pemberontakan PRRI/PERMESTA.
g. Kabinet Djuanda
Kabinet ini jatuh karena Badan Konstituante tidak bisa membuat UUD yang
baru pengganti UUDS sehingga presiden mengeluarkan Dekritnya tanggal 5
Juli 1959 dan mengumumkan berlakunya Demokrasi Terpimpin.
3. MASA DEMOKRASI TERPIMPIN
Karena Badan Konstituante tidak dapat
membuat UUD baru pengganti UUDS maka pada tanggal 5 juli 1959 jam 17.00
hari jum’at Presiden Soekarno mengeluarkan Dekritnya yang berisi :
a. Pembubaran Badan Konstitiante
b. Berlaku kembalinya UUD 1945 dan tidak berlakunya UUDS
c. Pembentukan MPRS dan DPAS dalam waktu singkat
Sejak saat itu Presiden mengumumkan
berlakunya sistem Demokrasi Terpimpin yang di dalamnya banyak terjadi
penyimpangan dan penyelewengan terhadap UUD 1945 antara lain :
a. MPRS mengangkat Soekarno sebagai presiden seumur hidup
b. Presiden mengangkat MPRS
c. Pidato presiden yang berjdul ” Penemuan Kembali Revolusi kita ” dijadikan GBHN
d. Lembaga tinggi dan tertinggi negara dijadikan pembantu presiden
e. Presiden membubarkan DPR hasil pemilu dan menggantikannya dengan DPR-GR
Pada masa Demokrasi Terpimpin Presiden
lebih banyak dipengaruhi oleh PKI dan PKI memainkan peranan pentingnya
sehingga mendapatkan perlakuan istimewa dari presiden. Dalam rangka
mewujudkan tujuannya maka PKI melakukan tindakan antara lain :
a. Dalam Negeri
- Berusaha menyusup ke parpol dan ormas yang menjadi lawan politiknya kemudian memecah belah
- Dalam bidang pendidikan mengusahakan agar ajaran Marxis Leninisme menjadi salah satu masta pelajaran wajib
- Dalam bidang militer, mengindoktrinasi perwira ABRI dengan ajaran komunis
b. Luar Negeri
- Berusaha mengubah politik luar negeri yang bebas dan aktif menjurus ke negara-negara yang komunis.